Beranda / Uncategorized / Revitalisasi SMP Negeri 5 Sungai Ambawang Disorot, Dinas Pendidikan Tunggu Hasil Audit BPK

Revitalisasi SMP Negeri 5 Sungai Ambawang Disorot, Dinas Pendidikan Tunggu Hasil Audit BPK

Kubu Raya IntegTv – Proyek revitalisasi di SMP Negeri 5 Sungai Ambawang terus menuai perhatian publik. Sejumlah temuan di lapangan, mulai dari semen yang membeku akibat diduga tidak tersimpan sesuai standar, penggunaan kayu berbeda ukuran hingga terindikasi kayu bekas, serta munculnya keretakan pada dinding bangunan, memicu kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan.

Sorotan tersebut diperkuat dengan belum adanya penjelasan teknis secara terbuka terkait spesifikasi material dan pengawasan proyek. Publik pun mempertanyakan apakah pelaksanaan revitalisasi telah sesuai dengan regulasi teknis konstruksi dan petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, termasuk ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi serta aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Dinas Pendidikan: Masih Tunggu Hasil Audit BPK

Saat dikonfirmasi pada 20 Februari 2026, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya, Sy. Firdaus, menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memberikan keterangan lebih jauh karena proses tersebut masih dalam tahap audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan.

“Belum ada petunjuk, masih sedang diaudit BPK. Sesuai catatan, kita tunggu saja hasilnya. Belum tahu juga, Bang, mungkin setelah lebaran,” ujarnya singkat.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa hingga kini Dinas Pendidikan Kabupaten Kubu Raya masih menunggu hasil resmi audit sebelum mengambil langkah lanjutan atau memberikan keterangan lebih rinci kepada publik. Audit tersebut diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan terkait mutu pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, serta penggunaan anggaran.

PPK Belum Beri Klarifikasi

Sementara itu, Andri selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan klarifikasi meski telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi. Sikap diam tersebut semakin menambah tanda tanya publik terhadap transparansi pelaksanaan proyek dimaksud.

Pengawasan ketat dan keterbukaan informasi dinilai menjadi keharusan, mengingat proyek revitalisasi sekolah menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik. Publik kini menanti hasil audit resmi serta langkah tegas dari instansi terkait guna memastikan pembangunan benar-benar memenuhi standar mutu dan akuntabilitas (Harinsyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *