PONTIANAK – Kondisi gelap gulita yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Pontianak menuai sorotan keras dari masyarakat. Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang padam selama hampir setahun dinilai sebagai bukti lemahnya kinerja dan pengawasan Dinas Perhubungan Kota Pontianak terhadap fasilitas publik.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan salah satu titik yang hingga kini masih gelap berada di Jalan Panglima Aim, tepatnya di kawasan Sungai Landak Timur RT 02/RW 20, Kelurahan Saigon, Kecamatan Pontianak Timur. Warga menyebut lampu jalan di lokasi tersebut telah mati sejak akhir tahun 2025 dan sampai sekarang belum juga diperbaiki.
Kondisi itu membuat masyarakat resah karena ruas jalan menjadi rawan kecelakaan lalu lintas, tindak kriminalitas, hingga membahayakan pengendara saat hujan turun pada malam hari.
“Sudah hampir setahun lampunya mati. Kalau malam lewat sini sangat rawan. Apalagi saat hujan, jalan gelap dan membahayakan pengguna jalan,” ungkap seorang warga yang ditemui di lokasi, Senin (19/5/2026).
Masyarakat mempertanyakan keseriusan Dishub Kota Pontianak dalam menjalankan tugas pelayanan publik. Pasalnya, penerangan jalan merupakan fasilitas dasar yang berkaitan langsung dengan keselamatan warga. Namun ironisnya, kerusakan yang terjadi berbulan-bulan itu seolah dibiarkan tanpa kepastian perbaikan.
Tidak hanya itu, warga juga menyoroti minimnya transparansi dari instansi terkait. Hingga kini tidak terlihat adanya tindakan perbaikan, papan informasi pekerjaan, maupun penjelasan resmi kepada masyarakat mengenai penyebab lambannya penanganan PJU tersebut.
Kondisi ini memunculkan dugaan lemahnya pengawasan dan buruknya manajemen pemeliharaan fasilitas umum di lingkungan Dishub Kota Pontianak. Jika kerusakan berlangsung hampir satu tahun tanpa penanganan serius, maka publik patut mempertanyakan penggunaan anggaran pemeliharaan PJU yang setiap tahun dialokasikan pemerintah.
Pengamat kebijakan publik menilai pembiaran lampu jalan padam dalam waktu lama dapat dikategorikan sebagai bentuk kelalaian pelayanan terhadap masyarakat.
“PJU bukan sekadar lampu penerangan, tetapi menyangkut keamanan dan keselamatan warga. Jika dibiarkan mati berbulan-bulan tanpa tindakan, ini menunjukkan lemahnya respons dan pengawasan pemerintah daerah,” ujarnya.
Warga mendesak Pemerintah Kota Pontianak segera turun tangan dan mengevaluasi kinerja Dishub Kota Pontianak. Mereka meminta perbaikan dilakukan secepatnya sebelum memakan korban kecelakaan maupun tindak kriminalitas di kawasan yang gelap.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perhubungan Kota Pontianak belum memberikan keterangan resmi terkait lambannya penanganan lampu jalan yang padam hampir setahun tersebut (Amano-Red).







